Pengertian dan Definisi Merek atau Brand dalam Hukum

Tinuku Info ~ Brand atau merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa seorang atau sekelompok penjual dan pembeda dari produk pesaing.

Mengacu pada definisi dari Marketing Association (Kotler, 1997) tersebut menyatakan bahwa keberadaan merek produk dimaksudkan sebagai pengenal dan pembeda produk dari produk lain yang sejenis atau produk pesaing.

Rumusan lain dikemukakan R. Soekardono (1983) bahwa merek adalah sebuah tanda yang dipribadikan pada sebuah barang tertentu terkait asal-usulnya atau jamin kualitasnya bila dibandingkan dengan barang-barang sejenis yang dibuat atau diperdagangkan oleh orang atau perusahaan lain.

Pengertian lain menurut OK. Saidin (2006) merek adalah suatu tanda untuk membedakan barang atau jasa sejenis yang dihasilkan atau diperdagangkan seseorang atau kelompok atau badan hukum lain sehingga mudah dibedakan maupun sebagai jaminan atas mutunya.

Rumusan hukum pengertian merek misalnya dalam Undang-Undang Amerika Serikat pada Pasal 45 atau g 1127, 15 USC, Lanham Act 47 menyatakan bahwa:
“The term “trademark” include any word, name, symbol, or device, or any combination thereof:
  1. Used by a person;
  2. Which a person has a bonafide intention to use in commerce and applies to register establised by this chapter, to indentify and distinguish his or her goods, including a unique product. From those manufactured or sold by others and to indicate the source or the goods, when if that source is unknown”.
Undang-Undang Merek Thailand dalam Trade Mark Act 1931 memberikan definisi tentang merek sebagai berikut:

“The term trademark as a mark used or proposed to be used or proposed to be used as a mark for or in Connection with goods for the purpose of indicating that they are goods of the owner of such trade mark by virtue of manufacture, selection, certification, dealing with or offering for sale”.

Undang-Undang Merek Malaysia dalam Trade Marks Act 1976 menyatakan pengertian merek terdapat dalam Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa:

“Marks” includes a device, brand, heading, label, ticket, name, signature, word, letter, numeral or any combination thereof ”.

Pengertian merek menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek Pasal 1 ayat (1) bahwa:
“Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”.

Tinuku Pengertian dan Definisi Merek atau Brand dalam Hukum

Sedangkan pengertian merek menurut Pasal 15 ayat (1) TRIPs Agreement sebagai berikut:

“Setiap tanda atau kombinasi dari beberapa tanda, yang mampu membedakan barang atau jasa satu dari yang lain, dapat membentuk merek. Tanda-tanda tersebut, terutama yang berupa kata-kata termasuk nama orang, huruf, angka, unsur figurative dan kombinasi dari beberapa warna, atau kombinasi warna-warna tersebut, dapat didaftarkan sebagai merek.“

“Dalam hal suatu tanda tidak dapat membedakan secara jelas barang atau jasa satu dengan lain, negara anggota dapat mendasarkan keberadaan daya pembeda tanda-tanda tersebut melalui penggunaannya, sebagai syarat bagi pendaftarannya.“

“Negara anggota dapat menetapkan persyaratan bahwa tanda-tanda tersebut harus dapat dikenali secara visual sebagai syarat pendaftaran suatu merek”.

Saran Bacaan :

Philip Kotler (1994). Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation, and Control. 8th edition, Prentice Hall.

R. Soekardono (1983). Hukum Dagang Indonesia. Dian Rakyat, Jakarta.

OK. Saidin (2006). Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Comments